Teks
Eksposisi
Air Sungai Bermanfaat
Bagi Pengairan Sawah dan Ladang
Saat ini
banyak orang membutuhkan air untuk mengairi sawah dan ladang mereka, apa lagi
di musim kemarau seperti saat ini banyak orang yang kesusahan mencari air untuk
mengairi sawah dan ladang mereka. Namun pada kenyataan air sungai saat ini
sudah tercemar dan tidak layak untuk di
jadikan sarana irigrasi.
Di jaman
sekarang banyak pabrik pabrik yang membuang limbah nya ke sungai. Akibatnya air
sungai tercemar dan tidak layak di gunakan sebagai sarana irigrasi. Berdasarkan
laporan Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan
Kementrian Lingkungan hidup dan Kehutanan (KLHK), di tahun 2015 hampir 68% mutu
air sungai di 33 provinsi di Indonesia dalam status tercemar berat, diantaranya
Sungai Brantas, Citarum dan Kali Wonorejo yang baru-baru ini tampak
menghasilkan busa putih.
Tidak hanya
limbah pabrik besar yang menyebabkan air sungai tercemar. Limbah rumah tangga
pun menjadi sumber utama pencemaran air sungai. Banyak rumah tangga yang
membuang air air bekas mencuci pakaian di sungai,air bekas mencuci alat alat
makan dan memasak ke sungai bahkan membuang sampah ke sungai sembarangan.
Setiap pencemaran
air sungai merupakan suatu pertanda bahwa manusia sudah mulai tidak peduli pada
lingkungan sekitarnya. Manusia harus berubah agar tidak terjadi pencemaran yang
lebih parah. Upaya yang harus di lakukan manusia adalah membersihkan sungai
dari sampah sampah agar air menjadi bersih dan bisa di gunakan untuk mengairi
sawah dan ladang saat musim kemarau.
Pemerintah
pun harus berupaya agar warga masyarakat dan pemilik pabrik pabrik besar di ibu
kota sadar akan hal tersebut. Upaya yang harus di lakukan oleh pemerintah
adalah dengan cara memberikan penyuluhan tentang bahaya pencemaran air sungai
yang tidak akan pernah bisa di manfaatkan untuk sarana irigrasi. Banyak juga
usaha yang telah di lakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi hal tersebut
seperti memasang larangan membuang sampah atau limbah di sungai tetapi banyak
warga masyarakat yang nakal dan tetap membuang sampah atau limbah sembarangan.
Tidak hanya tidak bisa di manfaatkan sebagai sarana irigrasi tetapi ada dampak
yang lain yaitu seperti terjadi
kebanjiran di kota kota besar yang di akibatkan oleh pencemaran sungai.
Berdasarkan
kenyataan demikian,diperlukan suatu perubahan konsep. Konsep yang di maksud
adalah melihat sungai sebagai subjek. Konsep sungai sebagai subjek berarti
manusia dalam mempergunakan sungai
membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya
manusia dalam hidupnya dapat menghargai sungai dan menjaga air sungai agar
tidak terjadi pencemaran dan air sungai bisa di manfaatkan sebagain sumber
sarana pengairan pada sungai atau ladang apalagi saat musim kemarau datang. Oleh
karena itu, kita sebagai warga masyarakat yang membutuhkan air sebagai sarana
irigrasi harus selalu menjaga kelestarian air sungai.
Aloysia Alfa Vivianingtyas
X IPS 2/01
Gk Ada struktur nya kak
BalasHapus